Terima kasih untuk tetap bertahan dengan
rindumu..
Tunggu aku pulang, tak sabar memelukmu..
Rinduku membakar dan birahiku menggebu
Kau tau apa yang ingin kulakukan saat nanti
bertemu rupa?
Mencium air matamu saat kau menangis haru
menyambutku di pagar rumahmu…
Berlebihan? Biarlah…
Bahkan untuk mempertahankan rindumu?
Baiklah, mungkin saatnya sekarang giliranku
yang menangis dan merengek untuk meminta kamu untuk bertahan..
Kamu itu, ijinkan kupanggil kekasih……
Februari 2012
Lebah Tengil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar